Kamis, 07 Desember 2017

Brive to Dream and Life with Them



3 tahun 8 bulan. Waktu yang cukup lama untuk mencerca sejuta harapan di bumi pertiwi. Waktu yang jika dijabarkan kurang lebih seperti ini: 44 Bulan 176 minggu 64.240 hari 1.541.760 jam 92.505.600 menit 333.020.160.000 detik. Waaaw Angka yang cukup fantastis. Kali ini saya akan mencoba menceritakan sedikit pengalaman saya kurang lebih 333 milyar detik yang lalu yang mana merupakan warna-warni kehidupan yang aku alami mulai dari pertama kali aku menjadi seorang mahasiswa hingga bisa menyelesaikan suatu tanggung jawab yag cukup berat yang negara titipkan kepada seorang anak yang notabenenya hanyalah seorang pemuda dari keluarga yang sangat sederhana.

Ayahnya meninggal sejak ia kelas 2 SMP, yang saat itu perangainya masih sangat primitif terkait tatakrama, atititude dan perilaku terhadap sesama. Sifat kekananak-kananakanlah yang masih tertanam dalam dirinya. Belum mengetahui secara utuh bagaimana rasanya kehilangan suatu hal yang sangat berguna bagi hidupnya kelak. Ia belum mengetahui secara mendalam arti kehilangan seorang sosok pria yang pada dasarnya pria tersebutlah yang seharusnya menjadi pemimpin dikeluarganya. Hingga ia dibesarkan tanpa kasih sayang seorang ayah. And Since I was at Senior High School I had realized It;s to be hurt if you know. Jika ia berkumpul bercerita bersama teman sekelasnya terkadang suasana tersebutlah yang hanya membuatnya menelan air ludah sedalam-dalamnya jika saat itu yang menjadi topik pembicaran adalah sosok seorang ayah. Menyesal tiada guna lagi, nasi telah menjadi bubur. Yang perlu dibenahi adalah bagaimana caranya agar penyesalan tersebut menjadi suatu hal yang penting untuk mengubah perilakunya dari anak yang tumbuhnya kembangnya tanpa didikan dari sosok seorang ayah menjadi anak yang sangat berguna bagi keluarga. Hingga saat itulah hidupnya dipenuhi berjuta-juta mimpi.

Tiga tahun delapan bulan, berangkat dari sebuah keyakinan ingin menggapai apa yang telah dicita-citakan. Ia melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi negri yang sangat dipopulerkan oleh banyak orang dikawasan sulawesi bagian tenggara. Jurusan yang ia luluskan begitu mencekam bagi dirinya namun berangkat dari situlah mimpi-mimpinya ia torehkan. Jurusan yang paling sedikit diminati oleh banyak orang dan jika orang banyak mengajukan pertanyaan kepadanya terkait jurusan apa yang ia emban saat itu dan sebagian dari mereka merespon jawabannya dengan kalimat “Wahh hebat kamu, pasti bisa meracik BOM kan?.Tak lain dan tak bukan jurusan tersebut adalah Jurusan Kimia.

Pendaftaran ulang mahasiswa barupun telah usai, yang kemudian beberapa hari berikutnya dilanjutkan dengan masa pendidikan karakter yang diadakan oleh pihak kampus. Kurang lebih masa orientasi dilakukan selama 4 hari yang bertemakan Mengelolah Hidup Merencanakan Masa Depan atau yang lebih familiar ditelinga para mahasiswa baru saat itu adalah MHMMD. Saat itu, kami tidak hanya diajakarkan bagaimana cara mengelolah hidup menjadi lebih baik dari yang sebelumnya, namun kami diajarkan pula bagaimana cara merencanakan hidup dimasa mendatang. Metode yang diberikan cukup sederhana namun memberikan efek positif yang sangat luar biasa bagi mereka yang mengimplementasikan metode tersebut yakni merencanakan masa depan melalui mimpi-mimpi yang dituliskan dalam selembaran kertas yang didesain sedemikian rupa hingga berkesan selama mata memandang. Sebut saja namanya “Dream map atau peta mimpi”. Kami diintruksikan untuk menuliskan mimpi-mimpi kami dimasa yang akan datang diselembaran dream map tersebut. Iapun menulis mimpi-mimpinya dan kurang lebih 20 mimpi yang tersusun rapi. Jika orang lain membaca lembaran dream map tersebut, mostly orang yang membacanya tersenyum sumringah. Mana mungkin anak dari keluarga yang sangat sederhana bisa meraih mimpi-mimpi tersebut. It’s so imposible. Kemudian lembaran tersebut ia tempelkan di dinding kamarnya.


Hari demi hari ia jalani kehidupannya dengan status barunya sebagai seorang mahasiswa. Seorang mahasiswa yang didesain untuk menjadi agent of change bagi lingkungan sekitarnya. Waktu demi waktu terlewati (time flies so fast), mimpi-mimpi yang dulunya ia tuliskan mulai melebarkan sayapnya. Berawal dari sebuah mimpi bahwa ia ingin IPK semasa kuliah harus 3,50 ke atas dan mimpi itu terjawab dari awal semster hingga diakhir masa studinya. Ia berhasil mendapat IPK tiap semesternya 3,50 keatas dan sebanyak 2 semester IPKnya sempurna 4,0 hingga ia berhasil lulus dari Jurusan Kimia dengan predikat cumlaude (pujian) dengan IPK 3,82. Angka yang cukup unik IPK tiga koma delapan dengan lama studi tiga tahun delapan bulan. Waktu studi juga ia tuliskan dalam lembaran dream mapnya bahwa ia harus menyelesaikan studi dibawah 4 tahun. Tidak hanya itu, diselembaran mimpinya itupun tertulis bahwa ia ingin menjadi seorang peneliti muda. Lagi dan lagi mimpi itu Allah jawab melalui sebuah event nasional yang pada saat itu ia berhasil mengalahkan ratusan bahkan ribuan proposal yang diajukan dalam lomba riset sawit tingkat mahasiswa se-Indonesia yang diadakan oleh Badan Pengelolah Dana Perkebunan Kelapa Sawit Kementrian Keuangan. Ia berhasil masuk 20 besar dan mendapatkan dana penelitian sebesar 20 Juta. Penelitian inilah yang menghantarkannya ia sebagai peneliti muda dan peneilitian inipula yang membawanya hingga berada di Meja Ujian Kelulusan Akhir S1nya. Terima kasih BPDP Sawit, Terima Kasih Kementrian Keuangan Terima Kasih Indonesia. Melalui event itupula dapat menjawab salah satu mimpinya ingin berkunjung di Kota yang dijuluki sebagai Kota Hujan yakni Bogor, Jawa Barat. Selain itu, dalam selembaran mimpi itu pula terdapat salah salah satu daftar mimpinya bahwa ia ingin berkunjung ke kota-kota besar dan Perguruan Tinggi ternama di Indonesia. Alhasil, mimpi itu terjawab dari berbagai macam kegiatan yang ia ikuti semasa kuliah. Sebagian besar Indonesia dari ujung barat hingga timur ia telah jelajahi. Alhamdulillah, fa bi’ayyi aalaaa’i robbikumaa tukazzibaan (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?).

Cerita diatas hanyalah bagian dari mimpi kecilnya dan masih banyak lagi mimpi-mimpi yang berhasil terwujudkan.
To all of you guys, saya masih ingat kutipan dari sala satu mentor Sekolah TOEFL online yang bernama Budi Waluyo. Dedikasinya begitu menginspirasi saya untuk trerus maju mengejar apa yang telah saya impikan. Kurang lebih seperti ini kutipan beliau “rencanakan semua mimpi anda dengan baik, buat persiapan sematang mungkin. Sembari memperhitungkan kemampuan diri dan semua kemungkinan yang bisa dilakukan agar bisa terus memperbaiki kualitas diri. Pelajai hal-hal yang bisa menambah nilai pribadi. Banyak membaca dan belajar dari pengalaman orang lain. Akui kelemahan yang dimiliki, namun terus mencari solusi untuk menutupinya dengan jalan yang lain.


Sibuk mengkhatirkan tentang kalah atau menang, gagal atau berhasil, kadang membuat kita lama berhenti. Lebih baik fokuskan semua yang dimiliki untuk berjuang meraih apa yang diimpikan. Tanamkan dalam diri munngkin banyak yang lebih baik dari saya, tapi akan saya tunjukan apa yang membuat saya lebih baik dari mereka. I will keep moving forward. No matter what it takes. I will keep on trying. I have on my way. Fokuslah pada impian. Abaikan perkataan orang-orang yang berkata negatif tentang anda. Apapun perkataan dan tindakan orang, mereka tidak akan berpengaruh jika anda membuatnya seperti itu. Masa depan anda ditangan anda dan bukan di tangan mereka. Biarkan ejekan, cacian, senyuman sumringah dari mereka atas segala impian anda menjadi semua tepuk tanggan dan pujian. Tugas kita bukan untuk meyakinkan manusia, melainkan meyakinkan Tuhan kalau kita pantas untuk mendapatkan sesuatu yang kita impikan.

Minggu, 10 April 2016

Peranan Bakteri Thiobacillus ferroxidans dalam Pertambangan Batubara

Mikroba terdapat di mana-mana di sekitar kita ada yang menghuni tanah, air, dan atmosfer planet kita. Mikroorganisme di alam jarang terdapat sebagai biakan murni. Berbagai spesimen tanah atau air dapat mengandung bermacam-macam spesies cendawan protozoa, alga, bakteri dan virus. Berbagai macam mikrobe dalam suatu ekosistem berasosiasi dan berinteraksi. Dipandang dari segi ekosistem mikrobe alamiah, biakan murni merupakan suatu keadaan artifisial (tidak asli) (Waluyo,Lud. 2005).
Mikroba tanah dapat menguntungkan bila kehadiranya berperan dalam siklus mineral, fiksasi nitrogen, perombakan residu petisida, proses humifikasi, proses menyuburkan tanah, perombnakan limbah berbahaya, biodegradasi, bioremidasi, mineralisasi, dekomposisi, dan Biohidrometalurgi. Mikroba, khusunya bakteri dan fungi berperan pula dlam siklus mineral atau daur mineral seperti S,C,P dan Fe. Kehadiran mikroba tersebut di dalam tanah, khuusnya tanah pertanian dan pertambangan mempunyai n ilai ekonomi naik dalam penyerbukan tanah, penyedian mineral yang dibutuhkan oleh tanaman maupun dalam pengelolaan endapan mineral dan proses pencucian pemurniaan mineral (waluyo,lud. 2010).
Proses deteriosasi (penguraian) dan korosi (pengkaratan) benda-benda logam, ternyata juga karena aktivitas mikroba tanah. Berbagai jenis benda dari kertas,tekstil, karet, plastik,alspal, logam, dan bahan-bahan lainya ternyata tidak dapat terbebas dari mikroba untuk diuraikan dan dihancurkan (Waluyo,Lud.2010).
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa. Dalam kaitanya ini, bioteknologi memiliki peranan nyata dalam kegiatan pengendalian dan perbaiakan mutu lingkunngan melalui berbagai cara (Smith JE. 2004).
Di indonesia, sampai saat ini pemanfaatan mikroorganisme untuk bidang pertamabangan logam masih belum optimal atau bisa dikatakan belum dimulai, atau sekadar wacana. Smentara potensi atau kemampuan mikrroganisme dalam memabantu menambang logam di alam sudah terbukti nyata.
Indonesia sebagai negara tropis yang kaya akan cadangan berbagai mineral tamabang dalam jumlah banyak dan berlimpah dengan berbagai mikrroganisme, mempunyai peluang yang cerah untuk melaksanakan Bioleaching. Dari sisi mikroorganismenya, kondisi iklim yang tropis mendukung keberadaan kelompok bakteri Peleapsan logam yang hidup baik pada kondisi mesofilik, yang menghendaki suhu yang hangat.

File Lengkap. Silahkan Klik Tautan dibawah ini:

Jumat, 04 Desember 2015

Contoh PROPOSAL Pelatihan Penulisan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM)

PROPOSAL
Pelatihan Penulisan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM)
                                                                                                 
Latar Belakang
Kreatifitas adalah hal yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh setiap manusia. Ditambah dengan perkembangan zaman di era globalisasi saat ini kreatifitas adalah nomer satu dalam pengembangan dirinya. Karena dalam proses pencarian kerjapun yang dibutuhkan adalah kreatifitas, ketika pendidikan yang dimilikinya sudah setrata 1, tetapi ia tidak memiliki kreatifitas maka itu akan mempersulit dirinya untuk bekerja. Kemungkinan itu akan terjadi bukan hanya pada satu orang saja melainkan bisa terjadi ratusan bahkan ribuan sarjana yang ada di Indonesia.
Melihat kenyataan itu, saat ini di seluruh sekolah bahkan peguruan tinggi sudah mulai menerapkan dan menampung kreatifitas peserta didiknya dengan berbagai cara dan metode. Sehingga, proses perkembangan kreatifitas diwadahi dan tidak ada batasannya. Ini akan melatih mereka untuk terbiasa berpikir kretif. Namun upaya yang dilakukan tadi sulit untuk disadari oleh peserta didik sehingga masih saja banyak mereka yang minim akan kreatiftas.
Dalam beberapa tahun ini, minat mahasiswa Universitas Halu Oleo khususnya Mahasiswa Jurusan Kimia dalam melakukan penelitian semakin meningkat. Hal ini ditunjukan banyaknya proposal penelitian yang diikuti oleh mahasiswa yaitu Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang diadakan oleh Dikti. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk menampung aspirasi mahasiswa, mewadahi kreatifitas mahasiswa, membuat mahasiswa untuk menciptakan suatu inovasi, membuat mahasiswa untuk meneliti penemuan terbaru mereka.
Dalam hal ini ada lembaga yang mewadahi adalah Dikti. Memberikan penghargaan bagi mereka yang memiliki prosposal yang menjual dalam arti dapat menuangkan inovasi baru di Indonesia. Ditambah dengan adanya nilai kebermanfaatan suatu produk yang dapat membantu masyarakat. Dana yang diberikan digunakan untuk modal pembuatan inovasi yang sudah dibuat. Tetapi Dikti memiliki kriteria dalam meluluskan sebuah proposal yang diajukan. Guna untuk proses penyeleksian proposal yang bagus dan inovasinya mampu diterima serta ada nilai yang dipertahankan disana.



Tujuan Kegiatan
Pelatihan Penulisan Proposal Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) bertujuan untuk
1. Meningkatkan kesadaran Mahasiswa tentang Program Kreatif
2. Meningkatkan kualitas Usulan PKM
3. Memotivasi Mahasiswa untuk membuat sebuah inovasi
4. Mendapatkan Informasi Proposal yang baik dan benar

Tema Kegiatan
Tema kegiatan ini adalah “ Kreatif yang Marketable”

Judul Kegiatan
Judul kegiatan ini adalah “Pelatihan Penulisan Proposal PKM yang Marketable”

Bentuk Kegiatan
Bentuk kegiatan yaitu Kegiatan Pelatihan Penulisan Proposal PKM akan menghasilkan proposal yang baik untuk siap berkompetisi di tingkat nasional. (keterangan acara terlampir)

Sasaran dan Biaya Pelatihan
Sasaran pada kegiatan ini adalah Mahasiswa Jurusan Kimia sebanyak.
Biaya pelatihan FREE, per orang mendapatkan :
•         Sertifikat
•         Workshop kit
•         Bahan ajar
Bahan ajar yang digunakan adalah bahan ajar cetak. Alasan penggunaan kedua bahan ajar cetak yaitu sebagai buku pedoman peserta pelatihan dalam membuat PKM.

Waktu dan Tempat
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :
Hari                 : Sabtu
Tanggal           : 3 Agustus 2013
Waktu             : 10.00 – 16.00 WIB
Tempat            : Aula Senat Lt. III FMIPA UHO

Anggaran Dana
Adapun perencanaan kegiatan ini sebesar Rp 15.200.000,- (Lima belas juta dua ratus ribu rupiah). Dengan rincian anggaran terlampir.

Susunan Kepanitian
Susunan kepanitian ini antara lain:
Penanggung jawab      : Nurhikmatur Rizkiah          
Ketua panitia               : Nurhikmatur Rizkiah
Sekretaris                    : Irma Nurmala
Bendahara                   : Tisa Jn Novia
Sie. Acara                    : Febri Priyansyah
Sie. HPD                     : Leli Imaniar
Sie. Sponsorship          : Muhammad Reza Nursaid

Penutup

Demikianlah proposal ini dibuat sebagai langkah nyata kepedulian kami untuk memberi konstribusi bagi terwujudnya pengembangan kreatifitas mahasiswa dalam pembuatan PKM. Kegiatan ini merupakan bentuk kerja nyata mahasiswa BEM FIP dalam meningkatkan kreatifitas mahasiswa. Segala perhatian dan kerja samanya kami mengucapkan terima kasih.



                                                                                                Ketua Pelaksana


                                                                                                Nurhikmatur Rizkiah
                                                                                                NIM.1215115141    


Lampiran
ESTIMASI DANA
Rencana Anggaran Biaya :
1.      Honor Panitia Pelaksana
•         Penanggung Jawab           1 orang                                                Rp.    400.000
•         Ketua Panitia                    1 orang                                                Rp.    400.000
•         Sekretaris Panitia              1 orang                                                Rp.    400.000
•         Bendahara Panitia             1 orang                                                Rp.    400.000
•         Anggota Panitia                10 orang x @Rp. 300.000                   Rp. 3.000.000
2.      Narasumber                             2 orang x 2 jam x @Rp. 1.000.000     Rp. 4.000.000
3.      Moderator                               1 orang                                                Rp.    500.000
4.      MC                                          1 orang                                                Rp.    500.000
5.      Penggandaan Materi               10.000 hal x @Rp. 200,-                     Rp. 2.000.000
6.      Spanduk                                  1 buah                                                 Rp.    250.000
7.      Konsumsi                                100 orang x Rp. 30.000                      Rp. 3.000.000
8.      Belanja Habis Pakai                1 paket                                                            Rp.    500.000
9.      Penyusunan Laporan               1 buku                                                 Rp.    350.000
10.  Kebersihan                              2 Orang x @ Rp. 50.000,-                  Rp.    100.000
11.  Seminar Kit                             100 Orang x @ Rp. 10.000,-              Rp. 1.000.000
                                                                                                                                                    
TOTAL                                                                                              Rp. 16.800.000



Lampiran
SUSUNAN ACARA

Sabtu, 3 Agustus 2013

NO. WAKTU KETERANGAN PENANGGUNG JAWAB
1. 10.00 – 10.15 Registrasi Irma Nurmala
2. 10.15 – 10.30 Pembukaan oleh Dekan FIP dan Ketua Panitia Reza Nursahid
3. 10.30 – 10.45 Testimoni Tisa JN Novia
4. 10.45– 11.45 Penyampaian Materi Motivasi “ Pentingnya Kreatif” oleh Narasumber I Pengisi : Ari Chandra Kurniawan
PJ : Nurhikmatur R
5. 11.45 – 12.45 ISOMA Lely Imaniar
6. 12.45 – 13.45 Penyampaian Materi : Teknik Penyusunan Proposal oleh Narasumber II Pemateri : Dr. Seprapto, M.Sc
PJ : Febri Priansyah
7. 13.45 – 15.45 Review Proposal Penelitian oleh Narasumber II Irma Nurmala
Pemateri : Santi Maudaarti, S.E
8. 15.45 – 16.00 Penutup Reza Nursahid

PENENTUAN KADAR BESI (Fe) DALAM SAMPEL AIR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMEN SPEKTROSKOPI
PERCOBAAN I
PENENTUAN KADAR BESI (Fe) DALAM SAMPEL AIR
DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS


OLEH :
NAMA                              : MUHAMAD IQBAL
STAMBUK                       : F1C1 13 043
KELOMPOK                   : V (LIMA)
ASISTEN                          : SRI OCTAVIA TASUM, S.Si



LABORATORIUM KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2015
I.     PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang
 Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki beberapa sungai besar yang tersebar di empat kabupaten dan sebagian besar bermuara ke pesisir timur Perairan Kendari dan Laut Banda. Sungai-sungai tersebut antara lain adalah Sungai Lasolo, Sungai Roraya, Sungai Sampolawa, Sungai Wandasa, Sungai Kabangka Balano, Sungai Wanggu, dan Sungai Laeya. Aliran sungai-sungai tersebut melintasi berbagai kawasan, antara lain kawasan permukiman, pertanian dan industri, pertambangan, sehingga banyak membawa lumpur atau sedimen dan kontaminan yang bersifat toksik ke Perairan Kendari. Salah satu dari kontaminan tersebut adalah logam berat. Logam berat yang terakumulasi di perairan dapat mengkontaminasi manusia melalui rantai makanan. Logam berat dalam kadar yang rendah dibutuhkan oleh organisme perairan, namun dalam kadar tinggi yang melebih nilai ambang batas dapat bersifat racun dan mengganggu kesehatan.
Salah satu daerah perairan yang terkontaminasi oleh logam berat yakni daerah kawasan perairan jembatan triping kota Kendari. Diperkirakan logam berat yang banyak terkontaminasi pada daerah perairan sungai kawasan perairan jembatan triping kota Kendari adalah logam Pb(II), Cd(II), Hg(II), Cr(III), Fe(II), dan lain-lain. Kadar besi dalam sampel air sungai wanggu dapat ditentukan dengan beberapa teknik, salah satunya adalah teknik spektrofotometri. Teknik spektrofotometri adalah teknik untuk mengukur serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang yang spesifik dengan menggunakan monokromator prisma yang berfungsi untuk mengubah sinar polikromatis menjadi sinar monokromatis sesuai dengan yang dibutuhkan. Keuntungan penggunaan metode ini yaitu dapat menentukan kadar besi yang konsentrasinya sangat kecil. Berdasarkan uraian di atas, maka dilakukan percobaan penentuan kadar besi dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis untuk menentukan kadar besi dalam sampel air sungai wanggu kota Kendari.

B.       Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam percobaan ini adalah bagaimana cara menentukan kadar besi dalam sampel air jembatan triping dengan menggunakan  spektrofotometri UV-Vis?

C.       Tujuan
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan kadar besi dalam sampel air jembatan triping secara spektrofotometri UV-Vis.
D. Manfaat
Manfaat dari percobaan ini adalah mahasiswa dapat menentukan kadar besi dalam sampel air jembatan triping secara spektrofotometri UV-Vis.



II.      TINJAUAN PUSTAKA
Suatu metode analisis yang berdasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang yang spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dan detector vacum phototube atau tabung foton hampa disebut spektrofotometri. Alat yang digunakan adalah spektrofotometer, yaitu suatu alat yang digunakan untuk menentukan suatu senyawa baik secara kuantitatif maupun kualitatif dengan mengukur transmitan ataupun absorban dari suatu cuplikan sebagai fungsi dari konsentrasi (Khopkar, 1990).
Spektrofotometri UV-Vis merupakan salah satu metode analisis yang memiliki prinsip spektrofotometri dan merupakan proses pengukuran dalam tahapan analisis. Dalam bidang industri metode analisis diperlukan untuk menganalisis proses produksi, produk dan limbah yang dihasilkan. Salah satu contoh penerapan analisis dari hasil industri adalah analisis kadar komponen yang terkandung dalam produk minuman teh kemasan. Beberapa metode analisis modern dalam industri adalah metode analisis spektrofotometri UV-Vis (Sabrina, 2010).
Spektrofotometri merupakan suatu metode analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan tabung foton hampa. Metode spektrofotometri memiliki keuntungan yaitu dapat digunakan untuk menganalisa suatu zat dalam jumlah kecil (Harini, 2012).
Metode Spektrofotometri Ultra-violet dan Sinar Tampak berdasarkan pada hukum LAMBERT-BEER. Hukum tersebut menyatakan bahwa jumlah radiasi cahaya Tampak, Ultra-violet dan cahaya-cahaya lain yang diserap atau ditransmisikan oleh suatu larutan merupakan suatu fungsi eksponen dari konsentrasi zat dan tebal larutan (Triyati, 2013).      
 Air dan kesehatan merupakan dua hal yang saling berhubungan. Kualitas air yang dikonsumsi masyarakat dapat menentukan derajat kesehatan masyarakat tersebut. Selain bermanfaat bagi manusia, air juga merupakan media sarang dan penularan penyakit berbahaya bagi manusia. Selain itu, tingginya tingkat pencemaran air akibat perkembangan industri juga menjadi penyebab gangguan kesehatan pada manusia. Persayratan kualitas air secara kimiawi (Permenkes No. 907/Menkes/SK/VII/2002) bahan-bahan inorganik (yang memungkinkan dapat menimbulkan keluhan pada konsumen) untuk parameter besi kadar maksimum yang diperbolehka 0,3 mg/L (Astuti dkk., 2012).



III.   METODOLOGI PRAKTIKUM
A.       Waktu dan Tempat
Praktikum penentuan kadar besi (Fe) dengan metode spektrofotometri UV-Vis dilaksanakan pada hari selasa, 12 Oktober 2015 pukul 15.00 – 18.00 WITA dan bertempat di Laboratorium Kimia Analitik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Kendari.

B.       Alat dan Bahan
1.    Alat
Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah spektrofotometer UV-Vis,labu ukur 100 mL dan 25 mL, pipet ukur 10 mL , 1 mL dan 5 mL, pipet tetes, botol gelap, batang pengaduk, botol semprot, corong plastik dan gelas kimia 100 mL.
2.    Bahan
Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah garam Fe(NH4)2(SO4)2, larutan hidroksilamin-HCL 5%,  larutan 1,10-fenantrolin 0,1%, larutan CH3COONa  5%, H2SO4 2 M, sampel air sungai wanggu dan aquades.




C.       Prosedur Kerja
1.      Pembuatan larutan baku Fe (II) 100 ppm
-         Ditambahkan 5 mL asam sulfat 2 M
-         Ditambahkan aquades hingga tanda tera
-         Dihomogenkan
Garam Fe (NH4OH)2(SO4).6H2O
-         Ditimbang sebanyak 0,07 gram
-         Dimasukan ke dalam gelas kimia 100 mL
-         Dilarutkan dengan aquades
-         Diaduk hingga larut
-         Dituangkan ke dalam labu takar 100 mL
Larutan dalam labu takar 100 mL
Larutan Fe (II) 100 ppm
 









2.      Preparasi deret standar dan sampel
a.      
Larutan Fe (II) 100 ppm
Preparasi larutan standar Fe (II) 1 ppm
-         Dipipet sebanyak 0,25 mL
-         Dimasukan dalam labu takar 25 mL
-         Ditambahkan 1 mL larutan hidroksilamin-HCl 5%, 8 mL larutan Natrium Asetat 5% dan 5 mL larutan 1,10-fenantrolin 0,1%
-         Ditambahkan aquades hingga tanda tera
-         Dihomogenkan
-         Didiamkan selama ±10 menit sebelum pengukuran dilakukan
Larutan Fe (II) 1 ppm
 







b.     
Larutan Fe (II) 100 ppm
Preparasi larutan standar Fe (II) 2  ppm
-         Dipipet sebanyak 0,5 mL
-         Dimasukan dalam labu takar 25 mL
-         Ditambahkan 1 mL larutan hidroksilamin-HCl 5%, 8 mL larutan Natrium Asetat 5% dan 5 mL larutan 1,10-fenantrolin 0,1%
-         Ditambahkan aquades hingga tanda tera
-         Dihomogenkan
-         Didiamkan selama ±10 menit sebelum pengukuran dilakukan
Larutan Fe (II) 2 ppm
 









c.      
Larutan Fe (II) 100 ppm
Preparasi larutan standar Fe (II) 3 ppm
-         Dipipet sebanyak 0,75 mL
-         Dimasukan dalam labu takar 25 mL
-         Ditambahkan 1 mL larutan hidroksilamin-HCl 5%, 8 mL larutan Natrium Asetat 5% dan 5 mL larutan 1,10-fenantrolin 0,1%
-         Ditambahkan aquades hingga tanda tera
-         Dihomogenkan
-         Didiamkan selama ±10 menit sebelum pengukuran dilakukan
Larutan Fe (II) 3 ppm
 










d.     
Larutan Fe (II) 100 ppm
Preparasi larutan standar Fe (II) 4 ppm
-         Dipipet sebanyak 0,1 mL
-         Dimasukan dalam labu takar 25 mL
-         Ditambahkan 1 mL larutan hidroksilamin-HCl 5%, 8 mL larutan Natrium Asetat 5% dan 5 mL larutan 1,10-fenantrolin 0,1%
-         Ditambahkan aquades hingga tanda tera
-         Dihomogenkan
-         Didiamkan selama ±10 menit sebelum pengukuran dilakukan
Larutan Fe (II) 4 ppm
 









e.      
Larutan Fe (II) 100 ppm
Preparasi larutan standar Fe (II) 5  ppm
-         Dipipet sebanyak 1,25 mL
-         Dimasukan dalam labu takar 25 mL
-         Ditambahkan 1 mL larutan hidroksilamin-HCl 5%, 8 mL larutan Natrium Asetat 5% dan 5 mL larutan 1,10-fenantrolin 0,1%
-         Ditambahkan aquades hingga tanda tera
-         Dihomogenkan
-         Didiamkan selama ±10 menit sebelum pengukuran dilakukan
Larutan Fe (II) 5 ppm
 










f.       
Sampel air sungai wanggu
Preparasi larutan sampel
-         Dipipet sebanyak 5 mL
-         Dimasukan dalam labu takar 25 mL
-         Ditambahkan 1 mL larutan hidroksilamin-HCl 5%, 8 mL larutan Natrium Asetat 5% dan 5 mL larutan 1,10-fenantrolin 0,1%
-         Ditambahkan aquades hingga tanda tera
-         Dihomogenkan

Larutan sampel
 








3.      Pembuatan larutan blanko
Hasil Pengamatan
8 mL CH3COONa 5%
5 mL 1,10-fenantrolin 0,1%
1 mL Hidroksilamin-HCL 5%
-  Dimasukkan dalam labu ukur 25 mL
-  Ditambahkan akuades sampai tanda tera
-  Dikocok hingga homogen

 













4.      Penentuan Panjang Gelombang Maksimum
Larutan Standar 3 ppm
-  Dimasukkan ke dalam kuvet
-  Diukur absorbans pada panjang gelombang 400 – 600 nm dengan jarak rentang 10 nm
-  Dicatat adsorbans pada setiap panjang gelombang yang dianalisis
Hasil Pengamatan
 









5.     
Larutan Standar 5 ppm
Larutan Standar 4 ppm
Larutan Standar 3 ppm
Larutan Standar 1 ppm
Larutan Standar 2 ppm
Pengukuran Deret Standar dan Sampel
Hasil Pengamatan
-  Diukur masing-masing larutan pada panjang gelombang maksimum
-  Dicatat absorbansi masing-masing larutan
-  Dibuat kurva kalibrasi














IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan                    
Perlakuan
Hasil Pengamatan
-         25 mL larutan sampel air sungai jembatan triping + 5 mL HNO3 (dipanaskan hingga volume menjadi 10 mL)
-         10 mL larutan (sampel HNO3 + 2 mL H2O2 5 mL ammonium hidroksida, (diencerkan 100 ml)
-         25 mL larutan (sampel HNO3 +  H2O2 + ammonium hidroksida) + 5 mL dimetil glioksim +5 mL EDTA didiamkan 10-15 menit)
Larutan putih keruh
(Tidak mengandung logam nikel )
Larutan Bening
Larutan Bening
                                     












3. Analisis data
Berdasarkan pada grafik hubungan konsentrasi dan absorbansi didapatkan persamaan garis, y= 0.1584x - 0.0826 sehingga konsentrasi Fe (II) dapat dihitung sebagai berikut :
·   Sampel air sungai jembatan triping
 y = 0.1584x - 0.0826
dengan mensubtitusi nilai absorbansi larutan sampel pada variabel y maka,
      y  = ax +b
      y  = 0.1584x - 0.0826
        0.298  = 0.1584x - 0.0826
        0.298 + 0.0826 = 0.1584x
           0.3806 = 0.1584x
                   x  = 2.402
Jadi, kadar besi dalam larutan sampel air dari  sungai jembatan triping adalah 2.402 ppm
          
          
                    





B.  Pembahasan
 Spektrofotometri merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan  sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombamg spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor fototube. Spektrofotometri dapat dianggap sebagai perluasan suatu pemeriksaan visual dengan studi yang lebih mendalam dari absorbsi energi. Absorbsi radiasi oleh suatu sampel diukur pada berbagai panjang gelombang dan dialirkan oleh suatu perkam untuk menghasilkan spektrum tertentu yang khas untuk komponen yang berbeda
Percobaan kali ini dilakukan analisis penentuan kadar besi Fe(II) dalam sampel air dengan teknik spektrofotometri UV-Vis. Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Syarat analisis menggunakan visibel adalah cuplikan yang dianalisis bersifat stabil membentuk kompleks dan larutan berwarna. Oleh karena itu, dalam penetuan kadar besi dalam air, perlu ditambahakan hidroksilamin-HCl 5% untuk mereduksi Fe3+ menjadi Fe2+. Besi dalam keadaan Fe2+ akan lebih stabil dibandingkan besi Fe3+. Dalam keadaan dasar, larutan besi tidak berwarna sehingga perlu ditambahkan larutan fenantrolin agar membentuk kompleks larutan berwarna.
Percobaan ini dilakukan dengan mengukur absorbansi sampel air sungai jembatan triping yang dilakukan dengan mengukur absorbansi dari larutan besi (II) dengan konsentrasi yang berbeda-beda untuk menentukan kurva larutan standarnya. Larutan yang digunakan yaitu larutan besi (II) dengan kosentrasi 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm, dan 5 ppm yang masing-masing ditambahkan larutan fenantrolin dan natrium asetat. Tujuan ditambahkan fenantrolin adalah untuk membentuk senyawa kompleks yang berwarna sehingga dapat diukur absorbansinya. Sementara penambahahan natrium asetat bertujuan untuk mempertahankan pH larutan. Setiap kali pengukuran aborbansi, alat spektrofotometri-UV vis yang digunakan dinolkan dengan larutan blanko. Larutan blanko ini adalah larutan berbeda dengan sampel tapi dibuat dengan cara yang sama yang bertujuan sebagai pembanding. Dimasukannya larutan blanko ke dalam spektrofotometri-UV vis pada setiap pengukuran absorbansi dimaksudkan agar yang terukur nantinya hanya absorbansi atau penyerapan zat yang diinginkan.
Langkah selanjutnya adalah mengukur absorbansi Larutan besi (II) dengan konsentrasi yang berbeda. Larutan yang akan diukur absorbansinya harus distandarisasi dan untuk menstandarkan larutan digunakan larutan blangko. Larutan yang dijadikan larutan blangko pada percobaan ini adalah aquades. Dari hasil pengukuran absorbansi larutan besi (II) dengan konsentrasi yang berbeda pada panjang gelombang 400 nm diperoleh absorbansi larutan besi (II) untuk masing-masing konsentarsi dari 1 ppm hingga 5 ppm yaitu 0,115 A, 0,191 A, 0,353 A, 0,603A, dan 0,701 A.
Setelah diketahui absorbansi dan panjang gelombangnya maka dilakukanlah preparasi sampel air jembatan triping, yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kandungan besi yang terdapat dalam sampel. Setelah pengukuran, diperoleh absorbansi air sungai jembatan triping sebesar 0,298 A. Kemudian untuk mengetahui kadar besi dalam sampel dapat dilakukan dengan membuatkan grafik hubungan antara absorbansi dan konsetrasi dengan fungsi koefisien korelasi (linear). Koefesien korelasi ialah pengukuran statistik kovarian atau asosiasi antara dua variabel. Besarnya koefesien korelasi berkisar antara +1 s/d -1. Koefesien korelasi menunjukkan kekuatan (strength) hubungan linear dan arah hubungan dua variabel acak. Jika koefesien korelasi positif, maka kedua variabel mempunyai hubungan searah. Artinya jika nilai variabel X tinggi, maka nilai variabel Y akan tinggi pula. Sebaliknya, jika koefesien korelasi negatif, maka kedua variabel mempunyai hubungan terbalik. Artinya jika nilai variabel X tinggi, maka nilai variabel Y akan menjadi rendah. Dari grafik yang dibuat, diperoleh kadar Fe dalam sampel tersebut sebanyak 2.402 ppm. Standar dan keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/MENKES/SK/VI/2002, yaitu kadar maksimum yang diperbolehkan dalam air minum adalah 0,3 ppm. Sementara kadar besi sampel yang diuji mengandung logam besi sebesar 2.402 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi karena kadar besinya terlalu berat.



V.     KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa konsentrasi besi dalam air dapat ditentukan dengan mengukur spektrum serapan dari masing-masing larutan standar dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan membandingkan absorbansinya dengan air yang akan ditentukan konsentrsi besinya. Kadar besi dalam sampel adalah 2.402 ppm yang berarti air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi.



DAFTAR PUSTAKA
Astuti, S., Triyono, E., Sulasih. 2012. Teknologi Proses Penyisihan Logam Besi Pada Air Permukaan Dengan Metode Elektrolisa Dalam Upaya Mendapatkan Air Yang Layak Di Konsumsi. Jurnal Teknis. Vol. 7 (3).
Harini, B.Dwiastuti, R., Wijayanto, L.W. 2012. Aplikasi Metode Spektrofotometri Visibel Untuk Mengukur Kadar Curcuminoid pada Rimpang Kunyit (Curcuma domestica). Jurnal Sains Kimia. Vol. 2 (4).
Khopkar, S. 2002. Ananlisis Kuantitaif. PT. Erlangga. Jakarta.
Sabrina, A., Wonorahardjo, S., Zakia N. 2010. Perbandingan Metode Spektrofotometri UV-Vis dengan KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi) pada Analisis Kadar Asam Benzoat dan Kafein dalam Teh Kemasan. Jurnal Penelitian Sains. Vol. 5 (1).
Triyati,E. 2013. Spektrofotometer Ultra-Violet Dan Sinar Tampak Serta Aplikasinya Dalam Oseanologi. Jurnal Oseana. Vol. 10 (1).


Copyright © 2014 Chemistry Life